Cinta. Aku tak pernah bisa mengerti apa cinta itu sebenarnya. Tak pernah paham cinta itu seperti apa. Yang aku tahu aku hanya ingin bisa merasakan cinta sebenarnya seperti umumnya. Terkadang aku merasa iri saat melihat orang lain bisa merasakan cinta tulus mereka. Cinta yang saling melengkapi, melindungi, dan selalu belajar saling memahami. Bukan seperti cinta yang kurasakan selama ini. Sebuah ilusi. Atau mungkin saja fiksi. Imagine please! Believe it or not, selama ini aku cuma bisa bertahan dengan yang namanya satu cinta itu tak pernah lebih dari 3 bulan. Really. Bahkan terkadang tak jarang sebelum 3 bulan cinta itu keburu kandas. Kasihan. Ironisnya pelaku pengandasan itu selalu saja dari pihak cowoknya, dengan masalah yang teramat sangat sangat klise. He comes back to his ex! Kadang aku mikir kenapa selalu saja jalan ceritanya seperti itu? Atau jangan-jangan aku terkena kutukan? Oh sial. Lalu siapa yang begitu tega mengutukku seperti itu? Mungkin saja cupid memang telah benar2 memberikan kutukan untukku dan menunggu seseorang yang bisa mematahkan kutukan itu. Seperti pangeran dalam kisah putri tidur yang berhasil mematahkan kutukan si penyirih dan hidup bahagia. Yap, seperti itulah keinginanku. Berharap dia yang terpilih segera datang mematahkan kutukanku itu dan memberi bahagaia dalam hidupku selamanya. Sayangnya sampai saat inipun aku masih belum bertemu dengan dia yang terpilih. Waiting. Huuffttt it's too hurt! Saat aku melihat mereka2 dengan ketulusan pasangan mereka berbahagia, aku terpojok dalam cerita yang berlalu silih berganti. Kadang aku merasa muak dan pengin bgt memuntahkan semua cerita kelam itu. Bahkan kalau sisi sadisme itu datang, pengin bgt bisa muntahin itu ke muka mereka2 yang pergi ninggalin cerita pait itu buat aku. Paitnya itu lebih pait dari empedu dan lebih pait dari obat yang biasa kuminum saat sakit. Apa iya cupid benar2 begitu sentimennya sama aku sampai2 dia tega membiarkan mereka2 menjadi pelaku antagonis dalam hidupku? Tak pernah lebih dari 3 bulan. Sebenarnya ini salah siapa? Oh cupid, kumohon kasihanilah aku. Datangkan dia yang terpilih untukku dan beri aku kebahagiaan dalam cinta yang tulus. Please... *mewek ngesot2* (Lebay) Tapi hal itu emang ga bisa dipungkiri. Mungkin aku iri? Aku juga pengen seperti mereka. Mereka dengan kebahagiaan tulus mereka :'( Dan kapan waktu itu akan tiba untukku? Putri Aurora membutuhkan waktu 100 tahun untuk menunggu sang pangeran datang menciumnya sampai akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia bersama cinta mereka yang tulus. And then, how about me? Tuhan, aku percaya padaMU. Pasti masih KAU sisakan mereka yang terbaik untukku. Karena KAU sayang padaku :)