
Aku merasakan guncangan itu. Sebuah getaran hebat yang kurasa membuat pandanganku sedikit kabur. Aku limbung? Sebegitu lelahkah aku hingga akhirnya aku merasa kehilangan keseimbangan tubuh? Aku tertegun sejenak ketika guncangan itu terasa kembali. Hingga seorang teman menyadarkanku bahwa guncangan tadi adalah gempa. Ya, sebuah gempa bumi. Aku segera turun menuju lantai bawah bersama teman-temanku. Kulihat kami saling menatap satu sama lain, tertegun. Setelah kami merasa keadaan kembali normal kamipun masuk kembali ke dalam. Dengungan suara itu terdengar bergantian menceritakan sensasi mereka masing-masing akibat gempa tadi. Aku beranjak menuju meja kerjaku mengadu jariku dengan tuts keyboard, meng googling berita tentang gempa terkini. Dapat, sebuah berita dengan judul "Gempa bumi guncang sebagian wilayah jateng dengan skala 6,5 SR dan berpusat di kebumen". Pantas saja guncangan itu terasa hebat meskipun tidak sampai merusak bangunan di daerahku. Aku kembali tertegun sambil memikirkan bagaimana keadaan saudara-saudara di daerah pusat gempa dan sekitarnya? Meskipun dari berita yang kubaca masih belum ada korban jiwa yang tercatat, tetap saja itu adalah bencana yang mengkhawatirkan bukan?
Bumi ini memang sudah semakin renta. Banjir di ibukota, sumatra, beberapa daerah di jawa tengah, letusan sinabung, dan kini gempa di kebumen. Aku sadar, ini adalah sebuah teguran alam pada kita yang tanpa sadar selama ini hanya membuat keadaan menjadi tak lagi harmonis. Menyalahkan siapa jika terjadi bencana seperti ini? Haruskah kita menyalahkan gunung sinabung itu, atau sungai yang meluap, atau hujan yang tak kunjung reda? Bukan, ini bukan tentang menyalahkan siapa. Tapi tentang bagaimana kita berintrospeksi diri dengan berbagai nyanyian alam yang kini semakin berdendang. Dekatkanlah diri kita pada Sang Maha Cinta, jagalah alam dengan tidak merusak keseimbangan lingkungan. Perbaikilah diri dari hal yang paling kecil hingga kita bisa membuat perubahan yang menakjubkan. Adakah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan menjaga keseimbangan alam dan lebih mendekatkan diri lagi pada Sang pencipta? Pasti bisa, dengan niat dan usaha maksimal yang bisa kita lakukan, maka hal itu pun bisa terwujud. Hingga akhirnya kita bisa tak lagi mendengar nyanyian duka itu, dan berganti menjadi nyanyian alam yang penuh dengan sukacita.
*uciuchyuchie*