please enjoyed and have fun ;)

Senin, 27 Januari 2014

Nyanyian Alam

Aku merasakan guncangan itu. Sebuah getaran hebat yang kurasa membuat pandanganku sedikit kabur. Aku limbung? Sebegitu lelahkah aku hingga akhirnya aku merasa kehilangan keseimbangan tubuh? Aku tertegun sejenak ketika guncangan itu terasa kembali. Hingga seorang teman menyadarkanku bahwa guncangan tadi adalah gempa. Ya, sebuah gempa bumi. Aku segera turun menuju lantai bawah bersama teman-temanku. Kulihat kami saling menatap satu sama lain, tertegun. Setelah kami merasa keadaan kembali normal kamipun masuk kembali ke dalam. Dengungan suara itu terdengar bergantian menceritakan sensasi mereka masing-masing akibat gempa tadi. Aku beranjak menuju meja kerjaku mengadu jariku dengan tuts keyboard, meng googling berita tentang gempa terkini. Dapat, sebuah berita dengan judul "Gempa bumi guncang sebagian wilayah jateng dengan skala 6,5 SR dan berpusat di kebumen". Pantas saja guncangan itu terasa hebat meskipun tidak sampai merusak bangunan di daerahku. Aku kembali tertegun sambil memikirkan bagaimana keadaan saudara-saudara di daerah pusat gempa dan sekitarnya? Meskipun dari berita yang kubaca masih belum ada korban jiwa yang tercatat, tetap saja itu adalah bencana yang mengkhawatirkan bukan?
Bumi ini memang sudah semakin renta. Banjir di ibukota, sumatra, beberapa daerah di jawa tengah, letusan sinabung, dan kini gempa di kebumen. Aku sadar, ini adalah sebuah teguran alam pada kita yang tanpa sadar selama ini hanya membuat keadaan menjadi tak lagi harmonis. Menyalahkan siapa jika terjadi bencana seperti ini? Haruskah kita menyalahkan gunung sinabung itu, atau sungai yang meluap, atau hujan yang tak kunjung reda? Bukan, ini bukan tentang menyalahkan siapa. Tapi tentang bagaimana kita berintrospeksi diri dengan berbagai nyanyian alam yang kini semakin berdendang. Dekatkanlah diri kita pada Sang Maha Cinta, jagalah alam dengan tidak merusak keseimbangan lingkungan. Perbaikilah diri dari hal yang paling kecil hingga kita bisa membuat perubahan yang menakjubkan. Adakah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan menjaga keseimbangan alam dan lebih mendekatkan diri lagi pada Sang pencipta? Pasti bisa, dengan niat dan usaha maksimal yang bisa kita lakukan, maka hal itu pun bisa terwujud. Hingga akhirnya kita bisa tak lagi mendengar nyanyian duka itu, dan berganti menjadi nyanyian alam yang penuh dengan sukacita.
*uciuchyuchie*

Jumat, 24 Januari 2014

Bahagia Itu, Harus

Blogs, aku pernah membaca kata2 jika kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan. Tapi tidak bagiku. Menurutku bahagia itu bukanlah sebuah pilihan. Bagiku bahagia itu adalah sebuah keharusan. Memang hidup ini selalu disandingkan dengan berbagai pilihan. Tapi bahagia itu bukan sesuatu yang dipilih. Bahagia itu sebuah keharusan yang harus kita jalani. Kita tetap harus bahagia dengan segala keadaan yang terjadi pada kita. Seburuk apapun sesuatu terjadi dalam hidup, kita tetap harus merasa bahagia. Sedih memang jika hal buruk terjadi dalam hidup kita. Tapi bukan berarti kita harus larut dalam kesedihan itu. Setidaknya cobalah untuk melihat segala hal dengan sudut pandang yang berbeda. Lihatlah segala sesuatunya dengan sudut pandang positif. Memang susah untuk melihat sesuatu dengan dua sudut pandang yang berbeda. Tapi bukan berarti itu tidak bisa dilakukan. Bukankah segala sesuatu yang positif itu jauh terlihat indah? Itu lebih menenangkan hati bukan? Untuk apa kita terus menerus berpikiran atau bersikap negatif? Itu hanya membuang energi dan membuat semuanya menjadi semakin keruh. Andai saja setiap segalanya bisa dilihat dari sudut pandang yang positif, pasti kebahagiaan itu akan bisa dirasakan oleh setiap jiwa. Bahagia itu bukan berarti dengan harta yang bergelimang. Bukan dengan jabatan tinggi, atau dengan fisik yang menawan. Bahagia itu adalah hati. Hati yang bersih, hati yang positif, dan hati yang selalu ikhlas untuk berbagi. Hati yang selalu bersemangat, hati yang selalu ceria, yang selalu tersenyum membawa kedamaian. Aku selalu ingin berbagi kebahagiaan itu. Aku selalu ingin berbagi keceriaan itu. Aku selalu ingin membaginya dengan orang2 disekelilingku, dengan orang2 yang menyayangiku, dengan setiap orang yang kusayang. Tak peduli dengan semua lika liku hidup yang kadang membuatku rapuh dan sedih. Aku hanya ingin terlihat kuat untuk mereka agar aku bisa selalu membawa kebahagiaan untuk mereka. Melihat mereka selalu tersenyum dan bahagia adalah sebuah kebahgiaan dalam hidupku. Untuk itulah, bagiku bahagia itu adalah sebuah keharusan dimana aku harus selalu menciptakan senyum dan tawa dengan ketulusan. Indahnya hidup adalah saat kita bisa berbagi hal yang bermanfaat bagi orang lain.
*Uciuchyuchie*

Selasa, 21 Januari 2014

Cerita Hujan

Aku mengatupkan kedua telapak tanganku menjadi satu. Menggosok2annya dengan irama beraturan. Kutempelkan pada pipiku. Hangat. Aku terpaksa mengangkat kedua kakiku dan menyilangkannya di kursi. Kedinginan. Ya, bahkan diluar sana hujan turun dengan derasnya. Sejak aku berangkat kerja hingga sekarang hujan masih turun mengguyur bumiNYA. Begitu berkah dan indahnya setiap tetes hujan yang turun dari langitNYA. Setiap tetes itu menghasilkan sebuah nada yang jika didengarkan dengan baik akan terdengar menjadi nada kehidupan. Cobalah sesekali menikmati setiap tetes demi tetes air yang turun dari langit dan menjadi harmoni nada yang memukau. Bukan hanya itu, setiap tetesan hujan juga membawa ceritanya masing2. Cerita anak yang berlarian merasakan sejuknya air langit. Cerita ibu-ibu yang mengeluh karena jemuran kemarin saja masih belum kering, cerita para petani yang bersyukur karena sawahnya tidak kekurangan air, atau bahkan cerita penduduk ibukota yang selalu disapa banjir tiap kali turun hujan. Dan tentu saja hujan itu membawa cerita indahnya untukku. Saat hujan turun ketika aku di dalam bus dalam perjalanan pulang kerja, dan aku duduk disebelahmu. Ketika aku menggosokkan telapak tanganku untuk sedikit merasakan kehangatan, kau menyapaku. Menanyakan aku turun dimana. Sebuah percakapan kecil pun terjadi diantara kita. Tahukah kamu? Entah kenapa percakapan kecil itu menimbulkan sebuah getar rasa yang membuatku susah melupakan setiap detail kejadian itu. Aneh mungkin menurutmu. Tapi yang kutahu aku menjadi tertarik padamu. Getaran itu semakin kurasa kedahsyatannya saat kau tanyakan nomor handphoneku. Aku berdegup. Aku bingung dengan tingkahku saat itu. Dan dengan kegugupan yang berusaha kututupi, akupun memberitahumu. Lama aku menanti kabar darimu. Hingga akhirnya disuatu pagi dengan sedikit gerimis, tertera nomor asing di layar handphoneku. Kuangkat, dan suara diseberang sana menjelaskan bahwa itu adalah dirimu. Aku merasa terbang bersama rintik gerimis itu.
Hujan juga memberi cerita indah saat pertama kali kita berdua jalan. Saat kita tengah menikmati pemandangan dengan menggenjot sepeda air di pinggir pantai, tiba-tiba gerimis itu datang. Dan itu adalah gerimis terindah yang pernah kunikmati. Mungkin terdengar berlebihan bagimu. Tapi bagiku, itu adalah cerita hujan terindah yang kurasakan.
*uciuchyuchie*

Senin, 20 Januari 2014

Pada Pandangan Pertama

Bilakah dia tahu apa yang tlah terjadi
Semenjak hari itu hati ini miliknya
Mungkinkah dia jatuh hati
Seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta
Seperti apa yang kudamba
Tuhan yakinkan dia tuk jatuh cinta hanya untukku
Andai dia tahu


Sepenggal lirik lagu kahitna berjudul andai dia tahu. Menceritakan tentang seseorang yang merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Terkadang aku bertanya-tanya, apa mungkin seseorang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama? Bagaimana bisa seseorang merasakan cinta hanya ketika tak sengaja saling menatap pada perjumpaan pertama. Atau mungkin seseorang itu tiba-tiba menyapanya dan tanpa sengaja mata mereka saling beradu. Atau bisa jd salah satu diantara mereka terpesona dengan senyumannya. Ah entahlah, apapun alasannya ternyata jatuh cinta pada pandangan pertama itu memang bisa saja terjadi. Namanya perasaan cinta siapa yang bisa menolak? Dia datang begitu saja tanpa permisi. Menghampiri siapapun yang masih memiliki harapan cinta yang indah. Itupun yang kurasakan saat ini. Mungkin saja apa yang kurasakan saat ini adalah jenis perasaan cinta. Tepatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku bahkan baru saja mengenalnya. Mengetahui namanya. Dan sedikit komunikasi lewat sms atau telepon. Kita baru jalan sekali. Dan entah kenapa setiap kuingat peristiwa perkenalan itu ada getar-getar di hati ini yang aku sendiripun sulit untuk mendefinisikannya. Tersipu malu setiap mengingat peristiwa saat bersamanya. Tak bisa kulupakan setiap detail peristiwa bersamanya. Aku selalu mengingatnya. Aku bertanya, inikah yang dinamakan cinta? Cinta pada pandangan pertama? Aku tak berani mengutarakannya. Mungkin saja aku takut. Aku percaya cinta, hanya saja terkadang cinta itu memberikan goresan luka yang menyakitkan. Biarlah saat ini kupastikan dulu jenis rasa apa yang tengah kurasa sekarang. Mencari arti dari getaran hebat berskala 1000 richter dalam hati ini. Memendamnya seorang diri hingga tiba waktunya nanti akan kuluapkan bendungan perasaan cinta ini padanya. Karena yang kutahu sekarang hanyalah, semenjak hari itu hati ini miliknya.