please enjoyed and have fun ;)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Father

Father. Wiihhh keren yah pake bahasa inggris :-D. Father, daddy, ayah, bapak, papi, papah, abah, abi dll dll dll apapun namanya untuk menyebutkan sosok orang tua laki2, bagiku sosok itu sangat keren. Dan sosok ayah yang paling keren di dunia itu ya tentu saja ayahku. Because he is my father, so ga ada masalah kan kalo aku begitu memuji dan memujanya. Lagi pula, this is my blog. Jadi suka2 aku lah, hahaha *tertawa jahat :-D*

Ayah itu jarang mengungkapkan rasa sayang pada anak2nya. Dan mungkin juga pada istrinya. Karena ayah itu adalah laki2, dan menurut sebuah tulisan tetangga yang pernah aku baca laki2 itu sangat jarang mengungkapkan rasa sayang dan cintanya. Karena laki2 itu sedikit memiliki rasa yang eksprisif. Berbeda dg perempuan yang selalu bisa mengekspresikan semua perasaannya. Well, disini aku lagi ga mau bahas perbedaan laki2 dan perempuan. See the tittle. Yap, aku mau ngebahas tentang sosok ayah. Yang dalam hidupku aku lebih suka memanggilnya bapak. Bapakku adalah sosok laki2 idamanku. Sumpah, aku bener2 mengidamkan sosok laki2 kaya bapakku. Beliau adalah sosok yang sangat penyayang, apalagi sama anak2nya. Terutama aku, karena diantara aku dan kakak adikku, akulah yang menjadi kesayangan bapak. Mungkin karena aku adalah anak perempuan satu2nya. Aku adalah putrinya yang paling cantik. Aku kecil dulu sangat manja sama bapakku. Aku gak akan pernah bosan untuk memintanya bercerita sebelum aku tidur. Meskipun ceritanya sama, itu2 aja. Tapi itu sama sekali tidak mengurangi sedikitpun rasa kagumku pada bapak yang begitu pandai untuk bercerita. Aku juga gak akan pernah ragu untuk mengadu pada bapak saat kakakku nakal mengusiliku dan aduan itu membuatnya kena pukulan bapak. Aku akan sangat merasa menang jika itu terjadi. Melihat kakakku tertawa, atau lebih tepatnya meringis menahan pukulan itu adalah sebuah award tersendiri buatku. Bapak menggendongku, dan dalam gendongannya dalam hati aku tertawa puas, hahaha rasakan itu. Dan aku akan sering melakukan itu jika kakakku mengusiliku lagi. Bapakku bukan lah sosok laki2 yang tampan dan bergelimang harta. Dia juga bukan laki2 yang gagah. Serius, bapak itu tergolong laki2 yang pendek dg rambut keriting. Tapi beliau adalah laki2 penyempurna dalam hidupku, ibuku, dan keluargaku. Bisa dibilang dulu aku lebih deket dg bapak ketimbang sama ibu. Aku gak akan pernah bisa lama2 pisah sama bapak. Aku akan selalu terkena demam tiap kali aku kangen bapak saat bapak ada di perantauan. Dan saat itu pasti saatnya aku menulis surat. Rumahku ga punya telepon, apalagi hp. Jadi alat komunikasinya ya cuma surat yang harus menunggu beberapa hari buat menerima balesannya. Dengan kemampuan menulisku yang masih baru, tulisan ceker ayam yang indah itu menghiasi tiap baris di kertas putih itu. Bercerita tentang pelajaran baru di sekolah, tentang cita2ku, dan tentang boneka atau baju baru yang sangat ingin kumiliki :-D. Bapak adalah laki2 yang sangat penyabar. Jarang sekali aku melihatnya marah pada siapapun. Mama bilang dulu hampir tiap ada keributan kecil dalam keluarga, pasti sebisa mungkin bapak akan mengalah dan menyelesaikannya baik2. See, benar2 laki2 idaman kan. Bapak juga gak pernah mengeluh saat aku rewel meminta jajan ini, jajan itu. Hobi aku dan bapak dulu adalah bermain congklak bersama saat ada waktu luang. Aku akan selalu meminta untuk jadi pemenang :-D. Tiap sore bapak selalu ngajari aku naik sepeda. Bapak akan begitu sangat telaten. Dari mulai roda 4, 3 sampai aku bisa genjot roda 2. He is a best dad. Bapak juga begitu rajin mengantarkan aku sekolah tiap pagi. Dan saat aku sekolah agama di waktu sore pasti bapak akan ada buat jemput aku. Bapak begitu telaten mengajariku banyak hal. Aku suka saat bapak menyuapiku makan. Aku juga sangat menikmati saat bapak menguncir dua rambutku. Oh, terlalu banyak kebaikan2 bapakku yang ga bisa aku tuliskan semua. Dia begitu sempurna di mataku. Bisa dibilang aku adalah anak yang sangat beruntung bisa menjadi anaknya. Tapi kesempatan itu tidak lama. Just 8 years. Yah, karena tepatnya di tahun 2000 kemaren sebelum aku bisa membanggakannya, sebelum aku bisa membalas semua jasanya, sebelum aku menjadi dewasa, my dad is deadth. Aku ga pernah tahu pasti apa sebabnya yang membuat bapak pergi selama2nya. Umurku masih 8 tahun. Aku sama sekali ga pernah tahu apa itu artinya meninggal. Aku ga pernah habis pikir knp org2 dewasa di sekitar aku semuanya menangis dan terlihat begitu sedih? Aku cuma bisa mendengar kalo bapak meninggal. Tapi apa itu sebenernya? Yang aku lihat bapakku terbungkus kain yang menutupi semua tubuhnya. Bentuknya persis seperti pocong. Hantu yang paling aku takuti. Itu sebabnya saat jenazah bapak diinapkan, aku benar2 takut untuk tidur. Aku berpikir ada pocong di sebelah tmpt tidurku. Dia adalah bapakku. Bapak yang begitu sangan kupuja. Hingga hari pemakamannya pun aku ga ada. Aku justru asik bermain lari2an bersama teman2ku. Dan itu adalah hal yang paling aku sesalkan dalam hidup aku, sejak aku mengerti bahwa aku tak kan pernah bisa bertemu bapak lagi. Aku ga bisa melihat wajah terakhir bapakku sebelum dimakamkan. Karena naluri kanak2 ku yang masih begitu polos. Sudah kubilang aku ga pernah bisa lama2 jauh dr bapak. Belum genap sebulan bapakku pergi, aku sudah berkali2 sakit dan periksa ke dokter. Sampai dokter yg memeriksaku bilang supaya aku segera di pertemukan dengan orang yang ku kangeni. Bagaimana bisa? Orang itu adalah bapak. Dia telah lebih dulu pergi. Saat itu mama cuma bisa tersenyum, karena mama juga berpikir bagaimana mungkin mama mempertemukn aku dengan bapak sedangkan alam kami sudah berbeda. Hari2ku kujalani tanpa bapak. Tapi tiap malam bapak selalu hadir dalam tidurku. Yap. alam mimpi. Disitulah aku selalu bertemu dengan bapak tiap malam. Itu cukup membuatku merasa senang. Tapi hal yang paling menyakitkan adalah saat aku bangun bapakku tidak ada disampingku. Dan saat itu aku harus merasakan kenyataan bahwa aku telah terpisah selamanya dengan bapak. Aku selalu bertanya, kenapa harus bapakku yang pergi? Kenapa harus secepat itu kebersamaanku dengan bapak? Umurku masih 8 thn. Itu adalah usia dimana seorang anak masih sangat membutuhkan sosok bapak. Aku belum memberikan apa2 untuknya. Aku selalu merasa iri tiap kulihat anak seumuranku bermain bersama ayah mereka. Iri saat mereka digendong bapaknya, iri saat mereka tertawa bersama bapaknya, iri saat mereka bermain bersama bapaknya. Pokoknya aku iri. Teramat sangat iri. Sampai sekarang pun aku selalu iri saat melihat itu. Aku rindu, teramat sangat rindu sama bapak. Kenapa aku ga kaya temen2 ku yang lain, yang memiliki begitu banyak waktu di habiskan bersama ayah mereka? Kenapa waktuku begitu singkat? Ah, itulah hidup. Bukankah kita hidup itu untuk mati? Itulah kata2 yang sering aku dengar. Tujuan hidup yang sebenarnya adalah saat kita menerima panggilanNYA. Aku selalu berharap kelak aku akan memiliki seorang suami yang sosok atau sifatnya sama seperti alm bapakku. Sumpah, bapakku adalah suami idamanku. Aku iri sama mama, karena mama bisa mendapatkan sosok laki2 yang sangat bersahaja dan sempurna. Aku yakin kalo bapak bisa merasakan gadis kecilnya dulu kini sudah tumbuh menjadi seorang wanita yang selalu belajar untuk menjadi dewasa yang bijak. Agar bapak bangga memiliki aku sebagai anakmu. Aku kangen bapak, asli mewek bikin tulisan ini :'(.
Too much love for u dad. Bahagialah selalu bapak disana. Semoga disana, kelak kita akan berkumpul lagi menjadi keluarga yang bahagia, :-*.
Always mising u, and too much love for u
BAPAK :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar