
Aku mengatupkan kedua telapak tanganku menjadi satu. Menggosok2annya dengan irama beraturan. Kutempelkan pada pipiku. Hangat. Aku terpaksa mengangkat kedua kakiku dan menyilangkannya di kursi. Kedinginan. Ya, bahkan diluar sana hujan turun dengan derasnya. Sejak aku berangkat kerja hingga sekarang hujan masih turun mengguyur bumiNYA. Begitu berkah dan indahnya setiap tetes hujan yang turun dari langitNYA. Setiap tetes itu menghasilkan sebuah nada yang jika didengarkan dengan baik akan terdengar menjadi nada kehidupan. Cobalah sesekali menikmati setiap tetes demi tetes air yang turun dari langit dan menjadi harmoni nada yang memukau. Bukan hanya itu, setiap tetesan hujan juga membawa ceritanya masing2. Cerita anak yang berlarian merasakan sejuknya air langit. Cerita ibu-ibu yang mengeluh karena jemuran kemarin saja masih belum kering, cerita para petani yang bersyukur karena sawahnya tidak kekurangan air, atau bahkan cerita penduduk ibukota yang selalu disapa banjir tiap kali turun hujan. Dan tentu saja hujan itu membawa cerita indahnya untukku. Saat hujan turun ketika aku di dalam bus dalam perjalanan pulang kerja, dan aku duduk disebelahmu. Ketika aku menggosokkan telapak tanganku untuk sedikit merasakan kehangatan, kau menyapaku. Menanyakan aku turun dimana. Sebuah percakapan kecil pun terjadi diantara kita. Tahukah kamu? Entah kenapa percakapan kecil itu menimbulkan sebuah getar rasa yang membuatku susah melupakan setiap detail kejadian itu. Aneh mungkin menurutmu. Tapi yang kutahu aku menjadi tertarik padamu. Getaran itu semakin kurasa kedahsyatannya saat kau tanyakan nomor handphoneku. Aku berdegup. Aku bingung dengan tingkahku saat itu. Dan dengan kegugupan yang berusaha kututupi, akupun memberitahumu. Lama aku menanti kabar darimu. Hingga akhirnya disuatu pagi dengan sedikit gerimis, tertera nomor asing di layar handphoneku. Kuangkat, dan suara diseberang sana menjelaskan bahwa itu adalah dirimu. Aku merasa terbang bersama rintik gerimis itu.
Hujan juga memberi cerita indah saat pertama kali kita berdua jalan. Saat kita tengah menikmati pemandangan dengan menggenjot sepeda air di pinggir pantai, tiba-tiba gerimis itu datang. Dan itu adalah gerimis terindah yang pernah kunikmati. Mungkin terdengar berlebihan bagimu. Tapi bagiku, itu adalah cerita hujan terindah yang kurasakan.
*uciuchyuchie*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar