please enjoyed and have fun ;)

Kamis, 06 Februari 2014

Giliranku?

Kemarin, sepulang kerja mama menyodorkan secarik surat berwarna coklat kekuning2an bergambar sepasang merpati dan dua buah cincin yang menyatu. Kulihat dan kubaca tertulis dua nama, Tiara & Nizar. Oh, undangan pernikahan. Lagi, satu lagi temanku yang akhirnya melepas kesendiriannya dan menjalin sebuah ikatan suci dengan pilihan hatinya. Senang sekali rasanya saat melihat dua insan yang tengah dimabuk cinta menyatu dalam ikatan cinta yang damai. Paginya aku ceritakan pada teman kerjaku di kantor. Entah apa yang membuatku menceritakan hal itu padanya. Antusias sekali dia mendengarkan ceritaku. Dan di akhir cerita dia bertanya, "temen kamu udah ada yang mau nikah lg, kamu kapan? apa mau aku langkahi?" Oh, pertanyaan klise. Aku hanya tersenyum kecut menjawab pertanyaan itu. Itu adalah pertanyaan kesekian kalinya yang dilontarkan untukku. Dan sampai sekarang, aku masih saja belum bisa memberikan jawaban yang pasti. Umurku hampir 22 tahun. Aku pikir masih belum terlalu tua jg. Aku masih cukup muda unutk menikmati kesendirianku. Meskipun ada temen yang diusia itu udah punya anak dua, tp takdir setiap manusia kan berbeda-beda. Bisa saja temen2ku dengan mudah dan cepatnya menemukan pendamping hidupnya. Lagipula, bukan inginku juga untuk terus2an sendiri. Hanya saja, untuk saat ini aku masih lelah dengan yang namanya cinta. Bukan lelah juga si, hanya sedikit muak dengan beberapa ceritaku yang selalu saja menjadi korban keegoisan para lelaki yang pernah ada dalam hidupku. Disaat aku yakin dengan 'dia', disaat aku benar2 memilih 'dia', 'dia' malah pergi. Pergi begitu saja dengan keegoisannya tanpa sedikitpun merasa bersalah. Ah entahlah, akupun tak tahu siapa yang bersalah dalam kisah itu. Hanya saja, sejak aku lepas darinya goresan itu masih berasa. Dan aku masih belum bisa menemukan sosok yang benar2 bisa menggantinya. Bukan karena aku tak lagi membuka hati. Aku sudah mencoba membuka hatiku untuk orang lain, tapi tetap saja rasanya bayangan 'dia' dan harapan tentangnya masih saja menghantui. Belum ada yang bisa meyakinkanku. Sampai rasanya aku takut untuk memulai sebuah cerita lagi. Aku tak lg ingin main2 dengan hati. Untuk itulah mungkin lebih baik aku menikmati sendiriku dan lebih mendekatkan diri denganNYA. Hingga saatnya tiba pasti akupun akan bertemu dengan pemilik tulang rusuk ini. Jodoh itu sudah diatur bukan? Dan pemilik tulang rusuk itu tak akan salah mencari bagiannya yang hilang. Dan akupun akan merasakan apa yang teman2ku rasakan terlebih dulu ^_^
*uciuchyuhcie*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar