*uciuchyuchie*
Hai, ini aku. Ini area kekuasaanku dimana aku bisa mengekspresikan diri sesuka hati. Aku hanya ingin menulis apa yang ingin aku tulis dan menumpahkan apa yang ada dalam pikiranku. Yang jelas, please enjoyed my blog and have fun with this. cekidoooottt ;)
Kamis, 20 Februari 2014
Rujak Buah Si Mbah
Belakangan ini cuaca benar-benar tidak menentu. Sebentar panas, sebentar hujan. Mungkin itu memang improvisasi alam yang penuh dengan sejuta misteri. Sebenarnya aku kurang begitu nyaman dengan hawa panas di tempat kerjaku. Maklumlah, ruangan kerjaku tidak menggunakan jasa penyejuk ruangan. Hanya sebuah kipas angin berdiri sebagai pengusir panas. Lumayan daripada tidak ada sama sekali. Aku punya kebiasaan kuliner untuk sedikit menghilangkan rasa gerahku. Bukan kuliner yang benar-benar kuliner besar-besaran tentunya. Hanya sedikit kuliner kecil-kecilan. Lebih tepatnya aku sering menikmati segelas es kelapa muda dengan irisan nangka manis yang biasa aku pesan di kedai sebelah kantorku. Atau membeli sebotol minuman vitamin c dingin di toko sebelah. Atau apapun itu untuk setidaknya mengusir rasa penatku dari pekerjaan dan hawa panas. Tapi sekarang aku punya kebiasaan baru untuk menghilangkan itu. Tapi tetap saja masih bersangkutan dengan dunia kuliner. Maklumlah, memang aku sedikit memiliki hobi menikmati kuliner, hehehe. Tapi ini tidak menyangkut es kelapa, atau es jenis lainnya, atau minuman dingin bermerk. Tapi ini adalah kuliner jenis rujak, lebih tepatnya rujak buah. Siapa yang tidak mengenal rujak buah? Potongan buah-buahan segar ditambah bumbu rujak atau sambal pedas manisnya itu, mmmmm benar-benar nikmat bukan saat disantap disiang hari dengan cuaca panas? Yap, itulah obat pengusir penatku disiang hari ini dengan cuaca yang aduhai panasnya. Berawal disiang hari kemarin ketika aku beranjak ke toko sebelah untuk membeli sebotol minuman vitamin c kesukaanku, tiba-tiba aku melihat sesosok dengan gerobak kecilnya yang berisi beraneka macam buah-buahan segar berdiri didepan toko tersebut. Dalam hitungan detik otakku berpikir cepat untuk tetap membeli minuman itu, atau berpaling pada gerobak itu? Akhirnya aku putuskan untuk menuju gerobak buah itu dan membeli satu porsi lengkap rujak buah. Mungkin kalian berpikir alasan utamaku membeli rujak itu karena buah-buahan segar yang menggoda. Tapi sebenarnya bukan itu alasan utamaku yang membuatku beralih pada gerobak rujak itu. Alasan utamaku adalah saat aku melihat sosok dibalik gerobak itu. Aku melihat sosok laki-laki yang menurutku pasti sangat kuat dan bertanggung jawab. Bagaimana tidak, dibalik keriput diwajahnya itu menyiratkan sebuah kekuatan besar untuk terus menyusuri setapak demi setapak jalan menerobos panasnya jalan raya yang berdebu. Sosok itu benar-benar membuatku jatuh hati, atau lebih tepatnya simpatik. Ya, aku benar-benar simpatik dengan sosok penjual rujak itu yang sekarang lebih sering aku sebut dengan si mbah. Karena usianya memang sudah tidak bisa lg dibilang muda. Mungkin usianya sudah mencapai angka kepala 6, atau 7, atau mungkin bahkan lebih. Yang jelas menurutku diusianya sekarang tidak seharusnya si mbah harus berpeluh dengan keringat dan menahan sengatan matahari, atau deru jalanan yang arogan. Seharusnya si mbah ada di dalam rumah di sebuah ruangan yang nyaman dengan kasur empuk untuknya dan dengan makanan yang sudah disiapkan untuk disantapnya. Aku mengagumi kekuatannya. Aku mengagumi sosok kuat itu. Aku malu pada si mbah. Aku merasa begitu rendah dan kecil dihadapan simbah. Aku yang begitu sering mengeluh dengan hidupku yang sudah bisa dibilang sangat berkecukupan. Aku yang begitu sering mengeluh dengan pekerjaan nyaman yang telah kudapat. Tapi tidak dengan si mbah. Aku bisa melihat kekuatan dan ketegaran yang terpancar dari sorot matanya. Meski aku tahu bahwa sebenarnya si mbah juga letih. Aku bisa merasakannya bahwa si mbah sebenarnya pun ingin kenyamanan. Tapi si mbah tetap kuat, si mbah tetap semangat meniti jalanan demi rezki yang tlah disiapkan untuknya. Aku suka semangatmu mbah, kau telah mengajarkanku bahwa bukan kita orang yang paling menderita dengan segudang masalah dalam hidup. Bahwa masih banyak orang lain diluar sana yang jauh lebih susah tapi tetap tegar dan tersenyum. Aku juga suka rujak buahmu mbah, sambalnya benar-benar kerasa nendang dan hot hehehe. Terimakasih untuk pelajaranmu, dan terima kasih telah memberiku pengusir penat yang tokcer. Rujak buah si mbah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar